thumbnail

Contoh Soal Cara Menulis Orde Notasi Ilmiah

Soal 1 : Orde bilangan dari nilai 0,00000002456 adalah ....
a. –10
b. – 8
c. 10–12
d. 10–9
e. 10–8
Pembahasan Soal 1 : Aturan penulisan notasi ilmiah hanya satu angka di depan koma dan angka di depan koma itu tidak boleh angka nol.
Koma mundur berarti nilai menjadi 2,456 x 10-8
Orde adalah pangkat dari sepuluh yaitu -8 , jawaban B .
thumbnail

Cara Menentukan Angka Penting Desimal

Soal 1 : Dari hasil pengukuran di bawah ini yang memiliki tiga angka penting adalah ….
A. 1,0200 dua nol di belakang adalah angka penting (AP) » 5 AP
B. 0,1204 nol di depan bukan AP » 4 AP
C. 0,0204 nol di depan walaupun setelah tanda koma kalau tidak di apit bilangan lain maka bukan angka penting » 3 AP
D. 0,0024 tiga nol di depan bukan angka penting » 2 AP
E. 0,0004 empat nol di depan bukan angka penting » 1 AP
Ingat : nol di tengah adalah angka penting .

Soal 2 : 0,0430 mempunyai angka penting sebanyak ….
a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3
Pembahasan Soal 2 : Angka nol yang terletak disebelah kiri angka bukan nol, baik yang disebelah kiri maupun sebelah kanan koma decimal , bukan merupakan angka penting . Angka nol di paing kanan atau paling belakang adalah angka penting .
Tiga angka penting , jawaban C
thumbnail

Dimensi Tekanan Gaya Daya Momentum

Tekan Ctrl F untuk pencarian cepat , misal "Soal 4" lalu tekan enter
  1. Dimensi tekanan adalah
  2. Dimensi gaya adalah
  3. Dimensi daya usaha adalah
  4. Dimensi momentum adalah 
  5. Dimensi momentum adalah
  6. Dimensi tekanan adalah
  7. Dimensi kelajuan sudut adalah
Soal 1 : Satuan waktu adalah sekon , dimensi waktu adalah Time [T] , Satuan panjang adalah meter , dimensi panjang adalah Long [L] , Satuan Massa adalah kilogram , dimensi massa adalah Mass [M] , dimensi tekanan adalah ....
a. [M][L][T]-2 c. [M][L]2[T]-3 e. [M][L]–3[T]–2
b. [M][L]-1[T]-2 d. [M][L]–2[T]–2
Pembahasan Soal 1 : Masih ingatkan kebanyakan ilmu fisika SMP ! Mari kita cacah ke belakang .
Tekanan adalah Gaya dibagi Luas .
Luas adalah panjang kuadrat atau panjang kali panjang .
Gaya adalah massa kali percepatan .
Percepatan adalah selisih kecepatan dibagi waktu .
Kecepatan adalah panjang dibagi waktu .

Mari susun kembali ke depan.

Dimensi kecepatan adalah [L] dibagi [T] = [L][T]-1
Dimensi Percepatan adalah [L][T]-1 dibagi [T] = [L][T]-2
Dimensi Gaya adalah [M] massa kali [L][T]-2 = [M][L][T]-2
Dimensi Luas adalah [L]2
Dimensi Tekanan adalah [M][L][T]-2 dibagi [L]2 = [M][L][T]-2[L]-2 = [M][L]1-2[T]-2 = [M][L]-1[T]-2
Jawaban B
Ke menu di atas
Soal 2 : [M][L][T]–2 menunjukan dimensi dari ....
a. percepatan c. usaha e. daya
b. energi d. gaya
Pembahasan Soal 2 : [M] dimensi massa bersatuan SI kilogram (kg), [L][T]-2 dimensi percepatan. Dimensia di atas adalah milik besaran yang bersatuan kg x ms-2 atau kg x m/s2. Massa kali percepatan adalah gaya . Jawab D
Ke menu di atas
Soal 3 : Daya adalah usaha per satuan waktu. Dimensi daya adalah ....
a. MLT–2 c. ML2T–3 e. ML–3T–2
b. ML2T–2 d. ML–2T–2
Pembahasan Soal 3 :
Daya adalah usaha dibagi waktu
Usaha adalah gaya kali panjang
Gaya adalah massa kali percepatan
Percepatan adalah selisih kecepatan dibagi waktu
Kecepatan adalah panjang dibagi waktu

Dimensi kecepatan adalah [L] dibagi [T] = [L][T]-1
Dimensi Percepatan adalah [L][T]-1 dibagi [T] = [L][T]-2
Dimensi Gaya adalah [M] kali [L][T]-2 = [M][L][T]-2
Dimensi Usaha adalah [M][L][T]-2 kali [L] = [M][L]2[T]-2
Dimensi Energi adalah [M][L]2[T]-2 dibagi [T]
Dimensi Energi adalah [M][L]2[T]-3 jawaban C
Ke menu di atas
Soal 4 : Besaran yang dimensinya MLT–1 adalah ....
a. gaya
b. tekanan
c. energi
d. momentum
e. percepatan
Pembahasan Soal 4 : M » Massa (kg)
LT–1 » Panjang per Waktu » kecepaan (m/s)
Massa kali kecepatan adalah momentum , jawaban D
Ke menu di atas
Soal 5 : Rumus dimensi momentum adalah ……
A. MLT-3
B. ML-1T-2
C. MLT-1
D. ML-2T2
E. ML-1T-1
Pembahasan Soal 5 :
Rumus momentum adalah massa kali kecepatan
Rumus kecepatan adalah panjang dibagi waktu
Dimensi kecepatan adalah [L] dibagi [T] = [L][T]-1
Dimensi momentum adalah [M] kali [L][T]-1 = [M][L][T]-1 jawaban C
Ke menu di atas
Soal 6 : Dimensi ML-1T-2 menyatakan dimensi : …..
A. Gaya
B. Energi
C. Daya
D. Tekanan
E. Momentum
Pembahasan Soal 6 : M » Mass (kg), L » Long (m) , T » Time (s)
Kg/ms2 adalah satuan dari tekanan
Ke menu di atas
Soal 7 : Dimensi dari kelajuan sudut adalah : …
A. L-2
B. M-2
C. T-2
D. T-1
E. T
Pembahasan Soal 7 : Satuan kelajuan sudut adalah radian per sekon , namun radian bukanlah satuan . Jadi satuan kelajuan sudut adalah (sekon-1) maka dimensi kelajuan sudut adalah (T-1) , jawaban D

Bingung ?
Baca dari soal nomor satu secara pelan .
Ke menu di atas
thumbnail

Soal Aturan Angka Penting Kali Luas Bagi

Soal 1 : Sebuah kubus memiliki panjang rusuk 10 cm. Dengan menggunakan aturan angka penting dan notasi ilmiah, volume kubus tersebut adalah ....
a. 1,000 cm3
b. 1 × 10 cm3
c. 1,0 × 103 cm3
d. 1,00 × 103 cm3
e. 1,000 × 103 cm3
Pembahasan Soal 1 : panjang rusuk di atas hanya memiliki satu angka penting (AP) dan ditulis 1 x 101 cm .
Volume = rusuk x rusuk x rusuk 1 AP x 1 AP x 1 AP = 1 AP
Volume = 10 x 10 x 10 = 1000 cm 1 x 103 cm3
Aturan angka penting dalam perkalian AP hasil perkalian sama dengan AP terkecil salah satu pengalinya.
Mengapa panjang rusuk di atas bukan 2 AP karena dalam soal seharusnya ditulis 1,0 x101 cm supaya memastikan bahwa nol di sini memang angka penting .

Soal 2 Nilai dari 689,54 dibagi 3,42 adalah ….
a. 201,619 d. 201,62
b. 201,620 e. 201,6
c. 202
Pembahasan Soal 2 : “Aturan angka pembagian sama dengan aturan angka penting perkalian yakni mengikuti banyak angka penting paling sedikit di antara bilangan yang dibagi atau bilangan atau bilangan pembagi saja.”
Bilangan yang dibagi punya lima angka penting
Bilangan pmbagi punya tiga angka penting
Nilai hasil bagi punya tiga angka penting , jawaban C

Soal 3 : Seorang siswa melakukan percobaan di laboratorium, melakukan pengukuran pelat tipis dengan menggunakan jangka sorong. Dari hasil pengukuran diperoleh panjang 2,23 cm dan lebar 36 cm, maka luas pelat tersebut menurut aturan penulisan angka penting adalah .…
A. 80 cm2
B. 80,2 cm2
C. 80,80 cm2
D. 81 cm2
E. 80,28 cm2
Pembahasan Soal 3 :
Banyaknya angka penting hasil perkalian sama dengan banyaknya angka penting paling sedikit dari pengalinya . Panjang punya tiga angka penting dan lebar punya dua angka penting maka luas mengikuti lebar . Luas sama dengan panjang kali lebar
Luas = 2,23 x 36 = 80,(2)8
Dua adalah angka yang dikurung dan mesti dibulatkan . Angka 1 , 2 , 3 , 4 , 5 mesti dibulatkan menjadi nol atau pembulatan ke bawah .
Luas = 80 , jawaban A

Soal 4 : Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu ruangan adalah 3,8 m
dan 3,2 m. Luas ruangan itu menurut aturan penulisan angka penting adalah ….. m2 .
A. 12
B. 12,1
C. 12,16
D. 12,20
E. 12,2
Pembahasan Soal 4 : Aturan angka perkalian (AP) adalah “Banyak angka penting luas sama dengan banyak angka penting paling sedikit salah satu pengalinya antara panjang atau lebar saja. ”
Karena keduanya panjang dan lebar sama-sama punya dua AP maka luas pun punya 2 AP , jawaban A .

Soal 5 : Dari hasil pengukuran pelat seng, didapatkan panjang 13,24 mm dan lebar 5,27 mm. Luas pelat tersebut jika ditulis dengan angka penting adalah …. mm2 .
A. 69,7748
B. 69,78
C. 69,7
D. 69,9
E. 69,8
Pembahasan Soal 5 : Panjang punya empat angka penting dan Lebar punya tiga angka penting .
“Banyak angka penting luas sama dengan banyak angka penting paling sedikit salah satu pengalinya antara panjang atau lebar saja. ”
Luas adalah panjang kali lebar dengan angka penting mengikuti lebar » 3 AP
Luas = 13,24 x 5,27 = 69,7(7)84 menghitung cepat dengan tangan secara manual .
Tujuh adalah angka yang dikurung dan mesti dibulatkan .
Angka 5 , 6 , 7 , 8 , 9 mesti dibulatkan menjadi sepuluh atau pembulatan ke atas .
Luas = 69,8 , jawaban E

Soal 6 : Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu lantai adalah 10,68 m dan 5,4 m . Menurut aturan angka penting, luas lantai tersebut adalah ….
A. 57,6 m2
B. 57,67 m2
C. 57,672 m2
D. 58 m2
E. 57 m2
Pembahasan Soal 6 : jawab : D
Panjang punya empat angka penting
Lebar punya dua angka penting
“Banyak angka penting luas sama dengan banyak angka penting paling sedikit salah satu pengalinya antara panjang atau lebar saja. ”
Luas adalah panjang kali lebar dengan angka penting mengikuti lebar » 2 AP
Luas = 10,68 x 5,4 = 57,(6)72 menghitung cepat dengan tangan secara manual .
Enam adalah angka yang dikurung dan mesti dibulatkan .
Angka 5 , 6 , 7 , 8 , 9 mesti dibulatkan menjadi sepuluh atau pembulatan ke atas .
Luas = 58 , jawaban E

Soal 7 : Sebuah pita diukur ternyata lebarnya 12,3 mm dan panjangnya 125,5 cm. Luas pita mempunyai angka penting sebanyak …
A. dua D. lima
B. tiga E. enam
C. empat
Pembahasan Soal 7 : Jawaban: B
Hasil akhir operasi perkalian diatas memiliki angka penting paling sedikit dari komponen-komponen operasi perkalian tersebut.
Panjang punya empat angka penting
Lebar punya dua angka penting
“Banyak angka penting luas sama dengan banyak angka penting paling sedikit salah satu pengalinya antara panjang atau lebar saja. ”
Luas adalah panjang kali lebar dengan angka penting mengikuti lebar » 3 AP

Soal 8 : Pada pengukuran pelat logam diperoleh hasil panjang 1,75 m dan lebar 1,30 m. Luas pelat menurut aturan penulisan angka penting adalah …
A. 2,275 m2 D. 2 m2
B. 2,28 m2 E. 2,2750 m2
C. 2,3 m2
Pembahasan Soal 8 : “Banyak angka penting luas sama dengan banyak angka penting paling sedikit salah satu pengalinya antara panjang atau lebar saja. ”
Luas memiliki tiga angka penting , tidak perlu dihitung , jawaban B
thumbnail

Cara Ubah Suhu Celsius Kelvin Reamur

  1. Cara Ubah Termometer Celsius ke Suhu Lain A
  2. Cara Ubah Suhu Fahrenheit ke Kelvin
Soal 1 : Pada sebuah termometer titik beku air adalah 40°A dan titik didih air adalah 240°A . Sebuah benda diukur dengan termometer Celsius maka suhunya 40°C . Bila benda diukur dengan termometer A maka suhunya adalah .
a. 60°C b. 90°C c. 110°C d. 120°C e. 160°C
Pembahasan soal 1 :
Ubah Suhu Celsius ke Suhu Lain X
Ke menu di atas !

Soal 2 : Suhu suatu benda 68°F maka jika dinyatakan dalam Kelvin adalah .
a. 275 K b. 293 K c. 300 K d. 303 K e. 350 K
Pemmbahsan Soal 2 :
Cara Ubah Suhu Fahrenheit ke Kelvin
Ke menu di atas !
thumbnail

Tinggi Bayangan benda Lensa Cembung

Soal 1 : Sebuah benda dengan tinggi 10 cm berada pada jarak 12 cm dari lensa cembung dan jarak fokus 18 cm . Tinggi bayangan benda adalah ...
a. 30°C b. 20°C c. 15°C d. 10°C e. 5°C
Pembahasan soal 1 :
Tinggi Bayangan benda Lensa Cembung
thumbnail

Hitung Pertambahan Muai Panjang Logam

  1. Cara Hitung Perubahan Pemuaian Panjang Logam
  2. Cara Menghitung Suhu Akhir Muai Panjang Batang Baja
Soal 1 : Suatu logam panjangnya 20 cm , koefisien muai logam adalah 10-4/°C . jika logam dipanasi dari 30°C menjadi 80°C maka pertambahan panjang logam tersebut adalah .
a. 0,001 cm b. 0,01 cm c. 0,1 cm d. 1 cm e. 10 cm
Pembahasan soal 1 :
Perubahan panjang muai logam
Ke menu di atas !

Soal 1 : Sebatang baja memiliki koefisien muai 10-5/°C , panjangnya 100 cm pada suhu 30°C .Bila batang baja tersebut dipanasi hingga panjangnya 100,1 cm maka suhunya sekarang adalah ...
a. 70°C b. 100°C c. 1000°C d. 130°C e. 1030°C
Pembahasan soal 1 :
Perubahan panjang muai logam
Ke menu di atas !
thumbnail

Perbesaran Mikroskop Akomodasi Maksimum

Soal 1 : Sebuah objek ditempatkan pada jarak 1,5 cm dari lensa objektif sebuah mikroskop . Jika mikroskop memiliki jarak fokus lensa objektif dan okuler berturut-turut 10 mm dan 6 cm dan pengamatan dilakuka dengan akomodasi maksimum dengan titik dekat 30 cm maka perbesaran mikroskop adalah ... kali
a. 10 b. 12 c. 18 d. 20 e. 25
Pembahasan soal 1 :
Perbesaran Mikroskop Akomodasi Maksimum

thumbnail

Perbesaran Angular Lup AkomodasiMaksimum

Soal 1 : Sebuah Lensa berjarak fokus 5 cm digunakan sebagai lup kaca pembesar , mata normal menggunakan lup tersebut dengan berakomodasi maksimum maka perbesaran angular lup adalah.
a. enam kali b. lima kali c. empat kali d. tiga kali e. dua kali
Pembahasan Soal 1 :Jika tidak diketahui jarak titik dekat mata normal dalam soal maka anggap jarak mata normal adalah 25 cm .
Perbesaran Angular Lup Berakomodasi Maksimum

thumbnail

Suhu Akhir Sambungan Dua Batang Logam

  1. Perbandingan Cepat Rambat Kalor Konduksi
  2. Cara Menghitung Suhu Sambungan Dua Batang Logam
Soal 1 : Dua batang logam sejenis A dan B penampangnya berbanding 2 : 1 sedangkan panjangnya berbanding 4 : 1 . Jika beda suhu ujung-ujung kedua batang sama maka jumlah rambatan kalor tiap satuan waktu pada A dan B berbanding .
a. 2 : 1 b. 1 : 2 c. 8 : 3 d. 3 : 8 e. 1 : 1
Pembahasan Soal 1 : Teliti baik soal pilihan ganda maupun esai jawaban berupa perbandingan terbalik tidak dibenarkan .
Perbandingan Kecepatan Rambat Kalor Batang A dan B
Ke menu di atas !

Soal 1 : Dua batang logam P dan Q disambungkan salah satu ujungnya seperti gambar di bawah ini . Jika panjang dan luas penampang kedua logam sama tapi konduktivitas logam P dua kali konduktivitas logam Q maka suhu tepat pada sambungan B adalah ...
a. 20°C b. 30°C c. 40°C d. 50°C e. 60°C
Pembahasan soal 1 :
Suhu Titik Tengah Dua Batang Logam PQABC
Ke menu di atas !
thumbnail

Cara Menghitung Massa Jenis Minyak dalam Pipa U

Soal 1 : Sebuah tabung berbentuk huruf U berisi air dan minyak . Tinggi minyak pada pipa U 15 cm dan jarak antara kedua permukaan air 12 cm . Bila massa jenis air 1000 kg/m3 maka massa jenis minyak dalam pipa U adalah ...
a. 400 kg/m3 b. a. 500 kg/m3 c. a. 600 kg/m3 d. a. 700 kg/m3 e. a. 800 kg/m3
Pembahasan Soal 1 : Ini soal yang dapat diselesaikan dengan perbandingan berbalik nilai jadi tidak usah mengubah satuan terlebih dulu .
Menghitung Massa Jenis Minyak di Pipa U

thumbnail

Menghitung Berat Benda dalam Zat Cair

Soal 1 : Sebuah benda di udara beratnya 100 N dan volume benda adalah 2000 cm3 . Jika massa jenis minyak 0,8 gr/cm3 dan g = 10 m/s2 maka berat benda dalam minyak adalah .
a. 16 N b. 64 N c. 80 N d. 84 N e. 100 N
Pembahasan Soal 1 :
Menghitung Berat Benda Dalam Minyak

thumbnail

Suhu Campuran Air Dingin Panas

  1. Cara Hitung Massa minimum air panas yang ditambah air dingin
  2. Cara Menghitung Suhu Akhir Campuran Logam dan Air Panas
Soal 1 adalah cara menghitung massa minimum air panas yang dicampur air dingin diketahui suhu kesetimbangan : Air panas 60°C ditambahkan pada 300 gram air yang bersuhu 0°C sampai campuran mencapai suhu 40°C . Massa minimum air panas yang ditambahkan adalah .
a. 50 gram b. 60 gram c. 75 gram d. 120 gram e. 600 gram
Pembahasan Soal 1 :
Massa Air Panas dicampur Air Dingin
Ke menu di atas !

Soal 2 : Jika 50 gram logam dengan kalor jenis 0,4 kal/gram°C yang suhunya 30°C dicampur dengan 100 gram air yang suhunya 90°C dan kalor jenis air 1 kal/gram°C maka suhu akhir campurannya adalah ...
a. 54°C b. 60°C c. 70°C d. 76°C e. 80°C
Pembahasan soal 2 :
Suhu Akhir Campuran Logam dan Air Panas
Ke menu di atas !
thumbnail

Dioptri Kacamata Miopi Rabun Jauh

Soal 1 : Seorang miopi tak mampu melihat jelas benda yang terletak 40 cm dari matanya . Kacamata yang dibutuhkannya adalah dioptri .
a. -2,5 b. 2,5 c. -3 d. 3 e. -3,5
Pembahasan Soal 1 : Penderita cacat mata miopi rabun jauh punya lensa mata yang lebih cembung dari lensa mata normal maka harus ditolong oleh kacamata berlensa cekung atau dioptri minus .
 
Kekuatan Lensa Kacamata Penderita Miopi Rabun Jauh

thumbnail

Jarak Lensa Objektif dan Lensa Okuler Teropong Bintang

Soal 1 : Sebuah teropong bintang diarahkan ke bintang menghasilkan perbesaran okuler 25 kali . Jika jarak fokus objektif 150 cm maka jarak antara lensa objektif dan lensa okuler teropong tersebut adalah ...
a. 156 cm b. 164 cm c. 176 cm d. 180 cm e. 190 cm
Pembahasan Soal 1 : jarak antara lensa objektif dan lensa okuler teropong disebut panjang teropong .

Jarak Lensa Objektif dan Lensa Okuler Teropong Bintang

thumbnail

Jarak Bayangan Benda Cermin Cekung

Soal 1 : Sebuah benda diletakkan di depan cermin cekung cekung yang memiliki jarak fokus 15 cm . Agar bayangan yang terbentuk tiga kali lebih besar dan nyata , maka benda harus diletakkan di depan cermin sejauh ...
a. 5 cm b. 10 cm c. 15 cm d. 17 cm e. 20 cm
Pembahasan Soal 1 :
Jarak Benda Ke Cermin Cekung Diketahui Fokus dan Perbesaran

thumbnail

Konstanta Pengganti Pegas Identik

Tiga buah pegas identik disusun seperti gambar di atas . Jika beban 300 gram digantung pada k3 maka pegas akan bertambah panjang 4 cm . Besar konstanta peluruh pegas adalah ...
a. 100 N/m b. 75 N/m c. 50 N/m d. 25 N/m e. 15 N/m
Pembahasan Soal 1 :
Ini boleh dibilang soal pengecoh karena ternyata kita tidak butuh menghitung konstanta satu buah pegas identik . Langsung konstanta pegas sama dengan gaya berat benda dibagi pertambahan panjang pegas .
Cara Hitung Konstanta Pegas Rangkaian Gabungan

thumbnail

Fisika Hitung Perubahan Pertambahan Panjang Pegas

Soal 1 : Sebuah beban digantungkan pada pegas yang tetapannya 500 N/m . Jika beban yang digantung memiliki massa 8 kg maka pegas tersebut akan bertambah panjang ... cm .
Pembahasan Soal 1 :
Perubahan panjang pegas

Soal 2 : Sebuah pegas panjangnya 10 cm Jika ditarik dengan gaya sebesar 4 N panjangnya menjadi 22 cm. Jika pegas ditarik dengan gaya 6 N maka panjang tegas menjadi ...
Pembahasan Soal 2 : (Pegas yang sama ditarik oleh dua gaya bergantian.)
Pegas yang sama ditarik oleh gaya berbeda
thumbnail

Fisika Benda Mengambang Tercelup Sebagian di Air

Soal dan Pembahasan Tentang Fluida Statis.
Soal 1 : Sebongkah es terapung di lautan Jika massa jenis air laut 12 gram / cm3 dan massa jenis sebongkah es 0,9 gram / cm3 , maka volume sebongkah es yang tercelup(masuk) dalam air laut sama dengan ... volume yang muncul .
Pembahasan Soal 1 :
Perbandingan Volume Benda Terapung Bagian Muncul dan Tercelup
Soal 2 : Sepotong balok kayu mengapung di atas air dengan 75 % volumenya tenggelam di dalam air . Bila volume balok 5000 cm3 maka massa balok kayu itu adalah ...
Pembahasan Soal 2 :
Massa Benda Mengambang di Air

thumbnail

Fisika Menghitung Modulus Young

Soal Tentang Modulus Young Elastisitas Tegangan dan Regangan.
Soal 1 : Seutas kawat memiliki panjang 1 meter dan luas penampang 2 mm2 . Kawat ditarik dengan gaya 20 N sehingga bertambah panjang 0,4 mm . Modulus elastisitas kawat ...
Modulus Young
Soal 2 : Seutas kawat gitar memiliki panjang 1 m dan luas penampang 0,5 mm2 . Karena dikencangkan , kawat tersebut memanjang 0,2 cm , jika modulus elastisitas kawat adalah 4 x 1011 N/m2, maka gaya yang diberikan pada kawat adalah...
Gaya Elastisitas Menarik Kawat
11. Sebuah kawat sepanjang 10 cm dan berdiameter 2 mm ditarik dengan gaya sebesar 10 N pada salah satu ujungnya, sehingga panjangnya menjadi 20 cm. Maka besar modulus elastis kawat adalah ....
15. Sepotong kawat yang panjangnya 50 cm memiliki luas penampang 5 mm2. Karena diberi gaya sebesar 5N, kawat meregang sepanjang 0,025 cm. Besar modulus elastisitas kawat adalah ....
16. Sepotong kawat yang luas penampangnya 5 mm2 diregang oleh gaya sebesar 8N sehingga panjangnya bertambah 0,03 cm. Jika modulus Young kawat 1,6 x 109 N/m2, panjang kawat sekarang adalah ....
thumbnail

Cari Sudut Limas Segitiga Segi Empat Beraturan

  1. Cara Menghitung Sudut Garis dengan Bidang Limas SegiEmpat Beraturan TABCD
  2. Cara Mencari tan α Garis dengan Bidang Limas Segitiga Beraturan Samasisi TABC
  3. Cara Mencari kosinus sudut antara garis TC dan bidang ABC pada Limas Segitiga Bearaturan TABC
  4. Cara Menentukan tangen sudut antara garis TD dan bidang alas ABCD Limas SegiEmpat Beraturan
  5. Cara Mendapatkan Tangen sudut antara garis PT dan alas QRST Limas SegiEmpat
Soal 1. Pada limas segiempat beraturan T.ABCD yang semua rusuknya sama panjang. Sudut antara TA dan bidang ABCD adalah….
A. 15° B. 30° C. 45° D. 60° E. 75
Misal panjang rusuk = 6 , maka TA = TB = TB = TC = AB = BC = CD = AD = 6
DP BBM Limas SegiEmpat Beraturan
  • Karena bayangan proyeksi TA jatuh pada garis AO maka Bidang ABCD diwakili oleh garis AO.
  • O adalah titik bantu perpotongan kedua diagonal persegi ABCD , artinya AO = ½ AC .
  • AC adalah sisi miring segitiga ABC.AC2 = AB2 + BC2
    AC2 = 62 + 62
    AC = √72 = 6√2 , AO = ½ x 6√2 = 3√2
  • OTA adalah segitiga siku.
    cos α = AO / TA = 3√2/6 = ½ √2 , α = 45°
jawaban C
Ke menu di atas !
Soal 2. Diketahui limas segitiga beraturan T.ABC. Panjang rusuk AB= 6 cm, dan TA= 6 √3 cm. Sudut antara TC dan bidang ABC adalah α, maka tan α = ….
DP BBM Limas Segitiga Beraturan Samasisi
  • Karena bayangan proyeksi TC jatuh pada garis CQ maka Bidang ABC diwakili oleh garis CQ.
  • Ciri-ciri segitiga sama sisi CQ = 2/3 x CP
  • P adalah titik tengah AB karena CP adalah simetri lipatBP = ½ AB = ½ x 6 = 3
    BC = AB = 6
  • BCP adalah segitiga siku-siku.
    BC2 = BP2 + CP2
    62 = 32 + CP2
    36 – 9 = CP2 → CP = √27 = 3√3
  • CQT adalah segitiga siku , CT sisi miringnya.
    TC = TA = 6√3 kita perlu mencari TQ
    DP BBM Phytagoras Segitiga Siku Siku
    TC2 = CQ2 + TQ2
    108 = 12 + TQ2 → TQ = √96 = 4√6
» tan α = TQ/CQ = 4√6 : 2√3 = 2√2 jawaban E
Ke menu di atas !
Soal 3. Diketahui limas segitiga beraturan T.ABC dengan rusuk 6 cm. Nilai kosinus sudut antara garis TC dan bidang ABC adalah ....
A. √3/6 B. √2/3 C. √3/2 D. √2/2 E. √3/2
Intro : sebenarnya limas TABC ini identik dengan yang di soal 2 , bedanya menggunakan rumus kosinus. 
kosinus sudut antara garis TC dan bidang ABC pada Limas Segitiga Bearaturan TABC
  • Alas limas bentuknya segitiga dengan sisi 6 cm. Dan semua sisi limas adalah segitiga sama sisi dengan rusuk 6 cm.
  • Perhatikan jika T’ adalah proyeksi T pada alas ABCdan D adalah titik tengah AB, maka CD adalah ruas garis yang melewati T’.
  • Perhatikan segitiga CDT, karena TT’ tegak lurus CD, maka bidang CDT tegak lurus bidang ABC.
  • Karena TC berada di CDT dan CDT tegak lurus ABC, maka sudut yang dibentuk oleh garis TC dan bidang ABC adalah sudut antara garis TC dan bidang ABC adalah sudut
DP BBM Segitiga Sikusiku Samakaki
Jawaban C
Ke menu di atas !
Soal 4. Diketahui limas beraturan T.ABCD dengan rusuk alas 2 cm dan rusuk tegak √3 cm. Nilai tangen sudut antara garis TD dan bidang alas ABCD adalah ....
A. ¼ √2 B. ½ √2 C. 2√2/3 D. √2 E. 2√2
Tangen Sudut antara garis TD dan bidang alas ABCD Limas Segiempat Beraturan
  • Alas limas bentuknya persegi dengan sisi 2 cm.
  • Diagonal sisi alas limas adalah AC dan BD. AC = BD = 2√2 cm.
  • Proyeksi titik T pada bidang ABCD adalah di T. Dimana T’terletak di perpotongan kedua diagonal alas.
  • Jadi sudut antara garis TD dan alas ABCD adalah sudut yang dibentuk oleh garis TD dengan DB (∠TDB).
  • Karena pada bidang TBD terdapat segitiga siku-siku TDT’, maka akan lebih mudah menemukan tangen ∠TDB menggunakan segitiga siku-siku tersebut. (∠TDB = ∠TDT’)
Menghitung Sisi Miring segitiga siku-siku
Jawaban B
Ke menu di atas !
Soal 5. Diketahui limas segi empat beraturan P.QRST. Dengan rusuk alas 3 cm dan rusuk tegak 3√2 cm. Tangen sudut antara garis PT dan alas QRST adalah ....
A. √3/3 B. √2 C. √3 D. 2√2 E. 2√3
Tangen sudut antara garis PT dan alas QRST Limas SegiEmpat
  • Alas limas bentuknya persegi dengan sisi 3 cm.
  • Diagonal sisi alas limas adalah TR dan QS. TR = QS = 3√2 cm.
  • Proyeksi titik P pada bidang QRST adalah di P’ . Dimana P’ terletak di perpotongan kedua diagonal alas.
  • Jadi sudut antara garis PT dan alas QRST adalah sudut yang dibentuk oleh garis PT dengan TR (∠PTR).
  • Karena pada bidang PRT terdapat segitiga siku-siku PTP’, maka akan lebih mudah menemukan tangen ∠PTR menggunakan segitiga siku-siku tersebut. (∠PTR = ∠PTP’)
Tangen Sudut sebuah Segitiga Siku-Siku
Jawaban C.
Ke menu di atas !
thumbnail

Cara Cari Luas Volume Kerucut Bola Tabung Bangun Ruang

Cara mengerjakan soal bangun ruang SMP , cara mencari luas & volume kerucut bola tabung , cara menghitung perbandingan luas antara dua kerucut bola serta perbandingan luas & volume antara kerucut bola tabung . Sumber soal dari les privat online .
1) cara menghitung luas volume massa bandul berbentuk kerucut setengah bola .
2) cara menghitung volume kerucut jika diketahui luas alas kerucut .
3) cara mengerjakan soal cari perbandingan luas dua bola | menghitung perbandingan volume dua bola .
4) cara menghitung volume | tinggi sisa zat cair | air | minyak dalam drum .
5) cara mengerjakan soal cari perbandingan bola maksimu di dalam tabung dengan tabungnya .